
Nganjuk, Netral7news – Sejumlah pengelolaan obyek wisata di Kabupaten Nganjuk dinilai belum optimal dikembangkan
Seperti obyek wisata rintisan Air Merambat “Putri Ayu” yang berada di utara wilayah Nganjuk juga belum menunjukkan perkembangan signifikan, padahal, anggaran dari APBD telah dikucurkan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Kondisi tidak jauh berbeda juga dialami oleh obyek wisata Roro Kuning. Minimnya inovasi dan pengembangan membuat jumlah pengunjung menurun drastis, terlebih setelah munculnya pesaing kuat di wilayah terdekat, yakni obyek wisata Jolotundo yang saat ini lebih diminati pengunjung.
Kepala Dinas Porabudpar Nganjuk, Sri Handariningsih, melalui Kabid Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata (PDTDP), Hermawan menjelaskan bahwa, pengembangan insfrastruktur obyek wisata merupakan salah satu kendala.
“Untuk Wisata Roro Kuning, Perlu adanya Pemeliharaan Tebing, disekitar air terjun. Untuk Wisata baru “Putri Ayu”, memang akses jalan masuk belum tersambung, yang masih belum terselesaikan sekitar 800 meter” Kata Hermawan, Selasa (24/06/2025)
Hermawan juga mengatakan bahwa program kerja telah disusun dan ditandatangani oleh Bupati bersama wakil Bupati Nganjuk, selama tahun 2025 .
Dengan dasar program kerja tersebut, kami melakukan kerjasama dengan pihak sponsor, berbagai lembaga, komunitas, dalam pengembangan potensi wisata yang ada.
“Diantaranya memberikan diskon 20% kepada kelompok pengunjung yang membawa lebih dari 50 orang. Hal ini sudah ada dalam perda. Baik di Wisata Roro kuning, Sedudo, Tral, Guo Margotresno.” Kata Hermawan.
Hermawan tidak menampik masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, tetapi dinas Porabudpar tetap melakukan dengan maksimal sesuai dengan program kerja, untuk peningkatan pengunjung disetiap tempat wisata yang ada.
“Inovasi terus kami lakukan agar tempat wisata daerah bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat, dan harapan kami bisa terus meningkatkan PAD di sektor wisata disetiap tahunnya.” Harap Hermawan akhiri Pembicaraannya.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk diharapkan segera melakukan evaluasi dan inovasi dalam pengelolaan sektor pariwisata serta aset publik agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. (Gus)

