SMAN 1 Kertososno Diduga Tahan Ijasah, Wakil Gubernur Jatim, Turun Tangan

SMAN 1 Kertososno Diduga Tahan Ijasah, Wakil Gubernur Jatim, Turun Tangan

Nganjuk, Netral7news – Keluhan yang mengaku sebagai alumni SMAN 1 Nganjuk ini, diungkapkan di media sosial Instagram yang diunggah Pada Kamis (22/5/2025), Melalui unggahan akun Instagram @tiaramadhnst.

Dalam unggahan tersebut, pelapor mengklaim bahwa pihak sekolah mengancam akan menahan ijazah jika ia belum melunasi SPP. Bahkan disebutkan siswa diminta bekerja lebih dulu untuk melunasi tunggakan tersebut.

“Assalamualaikum pak, nama saya dari SMA N 1 KERTOSONO, Jawa Timur. pak, pihak sekolah saya mengancam bahwa jika saya belum bisa melunasi uang SPP, ijazah saya di ancam akan di tahan dan di suruh untuk bekerja terlebih dahulu dan menyisihkan gaji untuk membayar SPP, baru ijazah saya di berikan. tolong bantuannya pak,” demikian isi pesan yang dikutip dalam unggahan.

Dengan adanya unggahan tersebut, ternyata mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Dalam pernyataan melalui akun Instagram resminya pada Jumat pagi (23/5/2025), Wakil Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa, tidak boleh ada bentuk pungutan wajib apapun terhadap siswa di SMAN 1 Kertosono, termasuk penahanan ijazah karena tunggakan SPP atau iuran lain. la memastikan bahwa seluruh ijazah lulusan tahun 2024 telah didistribusikan.

Pernyataan Emil ini merupakan respons atas laporan dugaan penahanan ijazah oleh pihak sekolah. Emil juga meminta kepala sekolah agar menegaskan kepada seluruh pihak bahwa pungutan bersifat wajib, dengan istilah apapun, tidak diperbolehkan.

Akun tersebut juga menyertakan imbauan kepada masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pungli, penahanan ijazah, atau kewajiban mengikuti kegiatan seperti study tour. Mereka mengutip pernyataan Emil.

Sampai berita ini ditayangakan belum ada pernyataan resmi dari pihak SMAN 1 Kertosono. (Gus)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *