
Nganjuk, Netral7news,
Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nganjuk, pecah menjadi dua Kubu. Penyebab perpecahan ini, adanya dugaan ketidakharmonisan dalam tubuh organisasi para guru tersebut.
Hal ini tidak terlepas dari juga adanya Perpecahan organisasi ini di tingkat Pusat. Dimana di Pengurus Besar (PB) PGRI juga ada dua Kubu, yaitu kepengurusan PB PGRI di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Unifa Rosyidi dan PB PGRI dibawah kepemimpinan Dr.Teguh Sumarno
Untuk Nganjuk, juga ada dua kepemimpinan, yaitu kepengurusan PGRI Nganjuk yang sekarang diketuai oleh Riduwan, tegak lurus dengan PB PGRI kepemimpinan Prof. Dr. Unifa Rosyidi, dan Pembentukan Kepengurusan PGRI yang baru dibawah kepemimpinan Teguh Sujadmika, yang tegak lurus dengan PB PGRI pusat, kepemimpinan Dr.Teguh Sumarno.
Teguh Sujadmika saat ditemui Netral7news, Senin (16/12/2024) menjelaskan bahwa dualisme kepemimpinan ditubuh PGRI di kabupaten Nganjuk seharusnya tidak perlu terjadi.
Teguh juga enggan untuk menjelaskan penyebab adanya perpecahan tersebut.
Dia berharap, polemik yang berkepanjangan ditubuh PGRI Nganjuk ini bisa selesai dalam waktu dekat.
“Yang penting bagi kami, PGRI kabupaten Nganjuk, bisa lebih solid, lebih transparan, bisa lebih memberikan efek yang lebih baik, tidak hanya untuk para anggotanya, tetapi kepada seluruh guru yang ada di kabupaten Nganjuk ini.” Harap Teguh Sujadmika.
Satu hari setelahnya, kami (Netra7news) menemui Marianto salah satu pengurus PGRI Nganjuk yang baru bersama teguh Sujadmika, diruang kerjanya, selasa (17/12/2024).
Saat ditanya terkait langkah yang akan diambil atas permasalahan ini, Marianto menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat akan ada pelantikan kepengurusan PGRI kabupaten Nganjuk yang baru.
“Hal ini sejalan dengan kepengurusan PB PGRI dibawah kepemimpinan Dr.Teguh Sumarno yang telah memenangkan gugatan terhadap Prof.Unifah Rosyidi dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (09/10/2024). Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan ada pelantikan Kepengurusan PGRI Kab Nganjuk yang baru.” Tegas Marianto.
Selang satu hari, Kami akhirnya bertemu dengan ketua PGRI Nganjuk, Riduwan di Gedung Perjuangan Guru PGRI, hari Kamis (19/12/2024).
Riduwan menjelaskan, tidak menampik adanya dualisme kepemimpinan yang ada ditubuh organisasi PGRI kabupaten Nganjuk, dan pihaknya masih menunggu instruksi dan arahan dari PB PGRI yang melakukan Kasasi yang diajukan atas putusan hukum tanggal 9 Oktober 2024.
Riduwan juga mengatakan hari jumat (20/12/2024), akan mengikuti Konferensi PGRI Provinsi Jatim 2024, untuk membentuk kepengurusan yang baru, dibawah PB PGRI kepemimpinan Prof. Dr. Unifa Rosyidi.
“Besok jumat (20/12/2024) kami akan mengikuti konferensi PGRI provinsi Jawa timur selama dua hari Mas, Untuk memilih dalam pembentukan Kepengurusan , penetapan, sekaligus pelantikan PGRI Provinsi yang baru” Ujar Riduwan
Setelah Kepengurusan PGRI Propinsi dilantik, lanjut Riduwan, dalam waktu dekat akan dilanjut dengan Konferensi Kabupaten Nganjuk, untuk pembentukan kepengurusan PGRI Nganjuk yang Baru.
“Adanya polekmik ditubuh organisasi PGRI Nganjuk, tidak menghambat eksistensi kami untuk terus menjalankan arahan dari PB PGRI dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Unifa Rosyidi.” Tutup Riduwan mengakhiri pembicaraannya. (Gus)

