
NGANJUK, Netral7News – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Nganjuk, Yuni Marhaen, resmi meluncurkan penerapan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan inovasi SAPA KELANA PENTING di Balai Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, Kamis (15/1).
Langkah strategis ini merujuk pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, di mana peran Posyandu kini bertransformasi tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup layanan pendidikan dan sosial.
“Launching ini adalah bagian dari transformasi layanan dasar. Posyandu kini hadir untuk memastikan anak-anak tetap sekolah dan masyarakat mendapatkan perlindungan sosial,” ujar Yuni Marhaen usai memotong pita peresmian.
Inovasi SAPA KELANA PENTING (Sapa Posyandu Keliling Kelurahan/Desa Pantau dan Edukasi Stunting) hadir untuk memperluas jangkauan pemantauan gizi secara berkelanjutan.
Yuni menegaskan bahwa penguatan ini dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas kader yang sudah ada tanpa menambah tenaga baru.
Desa Kedungsoko ditetapkan sebagai desa pelopor di Kecamatan Sukomoro. Keberhasilan program di desa ini diharapkan dapat segera direplikasi oleh desa-desa lain di seluruh Kabupaten Nganjuk guna menekan angka stunting secara merata.

