
Nganjuk, Netral7news- Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Pendapa KRT Sosrokoesoemo, Senin (21/7/2025), saat 11 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Kabupaten Nganjuk resmi dipulangkan setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya.
Dilansir dari JP Radar Nganjuk, kepulangan mereka disambut langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang menyapa satu per satu dengan senyum ramah dan penuh empati.
“Selamat datang kembali di Nganjuk, semoga sehat selalu,” ucap Bupati Marhaen, sembari menyerahkan bantuan berupa sembako dan perlengkapan pribadi kepada para ODGJ dan keluarga.
Menurutnya, perhatian terhadap warga dengan gangguan jiwa harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
“Pemerintah daerah tidak boleh setengah-setengah dalam mendukung masyarakat, apalagi yang memiliki kekurangan dan kelemahan. Mereka juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak,” tegas Marhaen.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk, Darmantono, menjelaskan bahwa sebelum proses pemulangan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan keluarga pasien dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Setibanya di Nganjuk, para ODGJ langsung diantar ke rumah masing-masing dan akan terus dipantau oleh TKSK di wilayahnya.
“Mereka harus tetap menjalani pengobatan secara rutin agar kondisi stabil bisa dipertahankan,” ujar Darmantono.
Ia menambahkan, dari total 14 ODGJ yang dirujuk ke RSJ Menur pada 4 Juli lalu, 11 di antaranya dinyatakan layak untuk kembali ke keluarga, sementara 3 lainnya masih dalam proses pemulihan.

