
NGANJUK, Netral7news – Baru-baru ini beredar kaos bertuliskan “Bupatine Sopo” atau “Bupati Ne Sopo”
Hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi masyarakat, mengapa ada kaos bertuliskan hal tersebut. Adakah ada ketidakharmonisan diantara keduanya.

Prayogo Laksono, S.H., M.H., pengacara desa asal Desa Ngumpul, Kecamatan Bagor, menilai fenomena tersebut tidak sejalan dengan prinsip hukum dan ketatanegaraan Republik Indonesia. Narasi spekulatif semacam itu, menurutnya, tidak berbasis data hukum, berpotensi menimbulkan keresahan, dan bahkan dapat mengganggu stabilitas sosial serta keamanan daerah.
“Secara hukum, tidak ada lagi ruang perdebatan mengenai siapa Bupati Nganjuk. Pelantikan sudah dilakukan secara sah oleh Presiden Republik Indonesia, sehingga jabatan bupati dan wakil bupati tidak bisa digugat dengan narasi spekulatif,” tegas Prayogo.
Pelantikan itu merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta aturan turunannya.
Kepemimpinan Sah dan Final
Sebagaimana diketahui, Bupati Nganjuk definitif saat ini adalah Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen, bersama wakilnya Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy). Keduanya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Jakarta, bersamaan dengan ratusan kepala daerah lain.
Prayogo menambahkan, fenomena kaos bertagar “Bupati Ne Sopo” hanyalah bentuk residu politik yang semestinya tidak diperpanjang. Menurutnya, publik sebaiknya mengawal jalannya pemerintahan, bukan memperkeruh suasana.
“Sudah jelas siapa bupati definitif. Tantangan kita sekarang bukan lagi soal siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kepemimpinan itu dijalankan dengan baik. Masyarakat perlu mendukung program pemerintah, bukan menciptakan keraguan,” ujarnya.
Sejak dilantik, Kang Marhaen menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pembangunan berbasis kerakyatan. Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program prioritas daerah.
“Kontestasi politik sudah selesai. Sekarang saatnya bekerja, bersatu, dan fokus membangun Nganjuk yang lebih maju, transparan, dan sejahtera. Saya berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada narasi yang memecah belah,” tegas Kang Marhaen dalam salah satu agenda kerja belum lama ini.
Kang marhaen juga menekankan, masyarakat nganjuk, jangan sampai terjebak adanya isu spekulatif yang menghambat pelaksanaan pembangunan.
“Dengan kebersamaan, Nganjuk akan lebih cepat bangkit dan melesat. Jangan biarkan isu spekulatif menghambat semangat kita untuk membangun,” tandas Kang Marhaen. (Red)

