Duka Proyek Jalan Sukomoro–Kecubung: Pengendara roda dua Meninggal Usai Jatuh di Ujung Jalan Betonisasi

Duka Proyek Jalan Sukomoro–Kecubung: Pengendara roda dua Meninggal Usai Jatuh di Ujung Jalan Betonisasi

 

​Nganjuk, Netral7news – Proyek rekonstruksi jalan Sukomoro–Kecubung yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah menelan korban jiwa. Yunike Marita (21), warga Desa Putukrejo, Kecamatan Loceret, meninggal dunia, Jumat (7/8/2026) sore. Usai mengalami kecelakaan tunggal di lokasi Ujung Betonisasi yang terletak di desa Kepanjen .

​Insiden naas itu terjadi pada Rabu (5/8/2026). Korban jatuh dari sepeda motornya akibat melintasi perbedaan ketinggian yang drastis antara ujung jalan beton baru dengan badan jalan lama. Yang berada di desa Kepanjen.

Meski sempat diganjal pasir batu (sirtu) oleh pekerja dan Warga, kontur jalan yang belum tersambung sempurna tersebut tetap membahayakan para pengendara.

​Putri dari pasangan Eko Purwadi dan Supriati ini sempat menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis selama dua hari di rumah sakit.

​Kematian Yunike memicu sorotan tajam dari LSM Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK) Nganjuk. Ketua LSM GAKK, Sumarno, menyayangkan minimnya pengawasan dan kelayakan penyelesaian (finishing) dari proyek bernilai besar tersebut.

​”Proyek miliaran rupiah ini sangat disayangkan. Hanya karena sambungan ujung beton dengan jalan lama tidak dikerjakan secara benar dan aman, akhirnya memakan korban jiwa,” tegas Sumarno saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

​Sumarno mengaku telah mencoba mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana. Namun, jawaban yang diterima dinilai tidak memberikan kepastian. Kontraktor hanya menyatakan bahwa pengerjaan jalan beton tersebut akan dilanjutkan tanpa bisa memberikan kepastian tanggal pelaksanaan.

​Atas insiden ini, pihaknya juga mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk yang dinilai lalai dalam mengawasi pengerjaan di lapangan.

​”Dinas PUPR seharusnya mengecek kondisi akhir proyek ini secara mendetail sebelum dibuka atau digunakan warga. Jangan sampai akibat kelalaian teknis yang dianggap sepele, nyawa masyarakat yang menjadi taruhannya,” ujar Sumarno. (Red)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *